LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI
PEMERIKSAAN PLANKTON
PLANKTON
Hari,tanggal : Selasa-Rabu, 29 - 30 April 2008
Waktu : 13.00 WIB sampai dengan selesai
Tempat : agddhahdadggd
Tujuan :
- Untuk mengetahui bagaimana cara pengambilan dan pemeriksaan sampel plankton yang
baik dan benar, Untuk mengetahui jenis-jenis plankton apa saja yang ada pada Kali way kanis dan Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa jauh tingkat pencemaran kali Way Kanis.
I.Tinjauan Pustaka
Plankton didefinisikan sebagai organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik.Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka.
Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya.
Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu. Selain sisa-sisa hewan, plankton juga tercipta dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yang memakan plankton adalah seperti batu karang, kerang, dan ikan paus. ( www.wikipedia.com )
Bedasarkan ukuranya, plankton ada 2 yaitui :
•Net plankthon : planthon yang dapat dijaring dgn jala plankthon
•Nanno plankthon : plankthon yang tidak dapat dijaring dengan jala plankthon
Penggolongan plankthon air tawar maupun laut menurut Dussart adalah sbb :
Ultra Naro plankthon : dibawah 2 mikron
Nano plankthon : 2-20
Mikro plankthon : 20-200
Meso plankthon : 200-2000
Mega plankthon : Diatas 2000
Plankton terdiri dari fitoplankton dan zooplankton, fitoplankton ( tumbuhan ) berada di lapisan perairan laut beberapa ratus meter dari permukaan laut ukuran plankton sangat beraneka ragam, dari yang terkecil yang disebut ultraplankton berukuran kurang dari 0,005 mm / 5 ยต termasuk bakteri dan diatom kecil, sampai non plankton ( nano plankton ) berukuran 60- 70 ยต. Nanoplankton yang terdapat dalam air laut tersebut diendapkan beberapa waktu kemudian dikumpulkan dari endapan di dasar atau dengan menggunakan sentrifugasi ( centrifuge ).
Banyak jenis hewan yang menghabiskan sebagian daur hidupnaya sebagai plankton khususnya pada tingkat larva atau juwana. Plankton kelompok ini disebut merroplankton atau plankton sementara ,karena setelah juwana atau dewasa mereka menetap di dasar laut sebagai bentos / berenang bebas sebagai nekton. Jika biota laut hidup sebagai plankton dari lahir sampai mati, mereka di namakan plankton tetap atau holoplankton.
I.Fitoplankton
Sebagian besar bersel satu dan mikroskopik dan mereka termasuk filum Crysophyta, yakni alga kuning – hijau yang meliputi diatom dan kokolitofor ( Coccolithophore ) selain ini terdapat beberapa jenis alga biru – hijau ( Cyanopyta ), alga coklat ( Phaeophyta ) dan satu kelompok besar dari dinoflagelata ( Pyrophyta ).
Kokolifor adalah nano plankton, hanya bergaris tengah beberapa mikron. Mereka terbentuk dari lempeng-lempeng kapur yang di jalin menjadi satu oleh jaringan organik. Setelah plankton ini mati, lempeng-lempeng berlepasan dan jatuh ke dasar laut untuk menjadi bagian dari sedimen.
II.Zooplankton
Meskipun jumlah jenis dan kepadatanya lebih rendah dari fitoplankton mereka membentuk kelompok yang lebih beraneka ragam. Setidaknya ada sembilan Filum yang mewakilikelompok zooplanktondanukuranya sangat beragam, dari yang sangat kecil / renik sampai yag garis tengahnya lebih dari 1mm. Sebagian hidup sebagai merroplankton dan sebagian lagi sebagai holoplankton. Hampir semua hewan laut menghabiskan sebagian daur hidupnya dalam bentuk plankton.
II.Alat dan Bahan
Alat :
•Plankton net
•Wadah plankton
•Label
•Stopwatch
•Pipet tetes
•Objek glass
•Deck glass
•Termometer
•Kertas PH
Meteran
•Mikroskop
Bahan :
•Formalin 2%.
III.Prosedur kerja
a.Pengambilan sampel plankton pada kali Way Kanis
1)Tentukan titik pengambilan sampel plankton yakni di tengah aliran sungai
2)Dengan menggunakan plankton net, ambil sampel plankton dengan cara menebarkan alat tersebut, tenggelamkan kira - kira 5 cm
3)Tunggu 5 menit,angkat dan pada tempat penampung air plankton net tuangkan sampel kedalam wadah plankton ( plastic )
4)Beri label “plankton way kanis” , jika diawetkan masukan ke dalam refrigator yang sebelumnya ditambahkan 2 tetes formalin 2%.
5)Amati dengan perbesaran mikroskop 10 x 10.
b.Pemeriksaan sampel plankton pada kali Way Kanis
1)Teteskan sampel plankton yang telah diawetkan kira-kira 2 tetes ke atas objek glass kemudian tutup dengan rapi menggunakan deckglass
2)Amati dengan perbesaran mikroskop 10×10 lihatlah bentuk-bentuk dari plankton yang ada pada sampel Kali Way Kanis.
c.Pengukuran keadaan kali Way Kanis
Suhu
Masukan bagian ujung termometer ke dalam kali Way Kanis, lihat perubahan
suhunya.
PH ( derajat keasaman )
Masukan kertas PH universal dan banding kan warnanya.
Debit air ( m/s )
Dengan menggunakan daun letakan di aliran kali yang sesuai,siapkan stopwatch dan ukur jaraknya menggunakan meteran.
IV.Hasil pengamatan
Setelah pengukuran keadaan sungai Kali Way Kanis di dapat data :
T : 27,9 °C
Debit air : 2,5 m/s
PH : 7
TABEL HASIL PENGAMATAN PLANKTON KALI WAY KANIS
Tersimpan dengan rapi di t4 penulis blog cukup hubungi saya via facebook :yuniambarwatiatmo@yahoo.com
V.Kesimpulan
Dari Percobaan pratikum yang telah dilaksanakan didapat hasil perhitungan tingkat pencemaran berdasarkan plankton sebanyak 2,495233. Disamping itu didapat pula keadaan air sungai dengan suhu 27,9 °C, debit air 2,5 m/s, dan PH 7.
Menurut baku mutu air 2-3 merupakan tingkat pencemaran yang ringan. Jadi kali Way Kanis desa hdhahdhjahdhjahdhjwh didapat tingkat pencemaranya dengan berdasarkan plankton memiliki tingkat pencemaran ringan. Kali ini dapat tercemar dikarenakan lokasi pembuangan sampah yang dekat dengan kali dan terkadang di lihat banyak sampah terdapat di Kali, kemungkinan warga ada yang membuang sampah ke dalam kali. Dapat disimpulkan kali tercemar.
PEMERIKSAAN PLANKTON
PLANKTON
Hari,tanggal : Selasa-Rabu, 29 - 30 April 2008
Waktu : 13.00 WIB sampai dengan selesai
Tempat : agddhahdadggd
Tujuan :
- Untuk mengetahui bagaimana cara pengambilan dan pemeriksaan sampel plankton yang
baik dan benar, Untuk mengetahui jenis-jenis plankton apa saja yang ada pada Kali way kanis dan Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa jauh tingkat pencemaran kali Way Kanis.
I.Tinjauan Pustaka
Plankton didefinisikan sebagai organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik.Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka.
Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya.
Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu. Selain sisa-sisa hewan, plankton juga tercipta dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yang memakan plankton adalah seperti batu karang, kerang, dan ikan paus. ( www.wikipedia.com )
Bedasarkan ukuranya, plankton ada 2 yaitui :
•Net plankthon : planthon yang dapat dijaring dgn jala plankthon
•Nanno plankthon : plankthon yang tidak dapat dijaring dengan jala plankthon
Penggolongan plankthon air tawar maupun laut menurut Dussart adalah sbb :
Ultra Naro plankthon : dibawah 2 mikron
Nano plankthon : 2-20
Mikro plankthon : 20-200
Meso plankthon : 200-2000
Mega plankthon : Diatas 2000
Plankton terdiri dari fitoplankton dan zooplankton, fitoplankton ( tumbuhan ) berada di lapisan perairan laut beberapa ratus meter dari permukaan laut ukuran plankton sangat beraneka ragam, dari yang terkecil yang disebut ultraplankton berukuran kurang dari 0,005 mm / 5 ยต termasuk bakteri dan diatom kecil, sampai non plankton ( nano plankton ) berukuran 60- 70 ยต. Nanoplankton yang terdapat dalam air laut tersebut diendapkan beberapa waktu kemudian dikumpulkan dari endapan di dasar atau dengan menggunakan sentrifugasi ( centrifuge ).
Banyak jenis hewan yang menghabiskan sebagian daur hidupnaya sebagai plankton khususnya pada tingkat larva atau juwana. Plankton kelompok ini disebut merroplankton atau plankton sementara ,karena setelah juwana atau dewasa mereka menetap di dasar laut sebagai bentos / berenang bebas sebagai nekton. Jika biota laut hidup sebagai plankton dari lahir sampai mati, mereka di namakan plankton tetap atau holoplankton.
I.Fitoplankton
Sebagian besar bersel satu dan mikroskopik dan mereka termasuk filum Crysophyta, yakni alga kuning – hijau yang meliputi diatom dan kokolitofor ( Coccolithophore ) selain ini terdapat beberapa jenis alga biru – hijau ( Cyanopyta ), alga coklat ( Phaeophyta ) dan satu kelompok besar dari dinoflagelata ( Pyrophyta ).
Kokolifor adalah nano plankton, hanya bergaris tengah beberapa mikron. Mereka terbentuk dari lempeng-lempeng kapur yang di jalin menjadi satu oleh jaringan organik. Setelah plankton ini mati, lempeng-lempeng berlepasan dan jatuh ke dasar laut untuk menjadi bagian dari sedimen.
II.Zooplankton
Meskipun jumlah jenis dan kepadatanya lebih rendah dari fitoplankton mereka membentuk kelompok yang lebih beraneka ragam. Setidaknya ada sembilan Filum yang mewakilikelompok zooplanktondanukuranya sangat beragam, dari yang sangat kecil / renik sampai yag garis tengahnya lebih dari 1mm. Sebagian hidup sebagai merroplankton dan sebagian lagi sebagai holoplankton. Hampir semua hewan laut menghabiskan sebagian daur hidupnya dalam bentuk plankton.
II.Alat dan Bahan
Alat :
•Plankton net
•Wadah plankton
•Label
•Stopwatch
•Pipet tetes
•Objek glass
•Deck glass
•Termometer
•Kertas PH
Meteran
•Mikroskop
Bahan :
•Formalin 2%.
III.Prosedur kerja
a.Pengambilan sampel plankton pada kali Way Kanis
1)Tentukan titik pengambilan sampel plankton yakni di tengah aliran sungai
2)Dengan menggunakan plankton net, ambil sampel plankton dengan cara menebarkan alat tersebut, tenggelamkan kira - kira 5 cm
3)Tunggu 5 menit,angkat dan pada tempat penampung air plankton net tuangkan sampel kedalam wadah plankton ( plastic )
4)Beri label “plankton way kanis” , jika diawetkan masukan ke dalam refrigator yang sebelumnya ditambahkan 2 tetes formalin 2%.
5)Amati dengan perbesaran mikroskop 10 x 10.
b.Pemeriksaan sampel plankton pada kali Way Kanis
1)Teteskan sampel plankton yang telah diawetkan kira-kira 2 tetes ke atas objek glass kemudian tutup dengan rapi menggunakan deckglass
2)Amati dengan perbesaran mikroskop 10×10 lihatlah bentuk-bentuk dari plankton yang ada pada sampel Kali Way Kanis.
c.Pengukuran keadaan kali Way Kanis
Suhu
Masukan bagian ujung termometer ke dalam kali Way Kanis, lihat perubahan
suhunya.
PH ( derajat keasaman )
Masukan kertas PH universal dan banding kan warnanya.
Debit air ( m/s )
Dengan menggunakan daun letakan di aliran kali yang sesuai,siapkan stopwatch dan ukur jaraknya menggunakan meteran.
IV.Hasil pengamatan
Setelah pengukuran keadaan sungai Kali Way Kanis di dapat data :
T : 27,9 °C
Debit air : 2,5 m/s
PH : 7
TABEL HASIL PENGAMATAN PLANKTON KALI WAY KANIS
Tersimpan dengan rapi di t4 penulis blog cukup hubungi saya via facebook :yuniambarwatiatmo@yahoo.com
V.Kesimpulan
Dari Percobaan pratikum yang telah dilaksanakan didapat hasil perhitungan tingkat pencemaran berdasarkan plankton sebanyak 2,495233. Disamping itu didapat pula keadaan air sungai dengan suhu 27,9 °C, debit air 2,5 m/s, dan PH 7.
Menurut baku mutu air 2-3 merupakan tingkat pencemaran yang ringan. Jadi kali Way Kanis desa hdhahdhjahdhjahdhjwh didapat tingkat pencemaranya dengan berdasarkan plankton memiliki tingkat pencemaran ringan. Kali ini dapat tercemar dikarenakan lokasi pembuangan sampah yang dekat dengan kali dan terkadang di lihat banyak sampah terdapat di Kali, kemungkinan warga ada yang membuang sampah ke dalam kali. Dapat disimpulkan kali tercemar.
Komentar
Posting Komentar