Dibawah ini contoh LAPORAN PRAKTIKUM Pengambilan Sampel dan Pemeriksaan Debu di Udara
Hari /tanggal : Senin, 24 Maret 2008
Waktu : 13.30 WIB s/d selesai
Tempat : Laboratorium Kesehatan Lingkungan
Judul : Pengambilan sampel debu
Tujuan : Mahasiswa mampu mengambil sampel debu dan menentukan kadar debu
yang ada pada sampel
Tinjauan Pustaka
Debu (dust) adalah partikel benda padat yang terjadi karena proses mekanis (pemecahan dan reduksi) terhadap masa padat, dimana ia masih di pengaruhi oleh gravitasi.
Debu terbagi atas dua yakni debu organis dan debu mineral
Pengaruh Debu bagi kesehatan manusia
Ada 4 alternatif terhadap pengaruh fisik dari partikel debu yaitu
a.Debu-debu yang memiliki ukuran 5 mikron atau lebih akan ikut jatuh sejalan dengan percepatan gravitasi. Mengakibatkan iritasi dan pharyngitis yang mudah diobati.
b.Debu-debu yang berukuran 3-5 mikron masuk ke bronkus dan bronchoelus, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis,ashma,dan allergi.
c.Debu yang berukuran 1-3 mikron akan masuk ke alveoli, debu ini mengadakan hambatan pada alveoli, sehingga memberikan ganggauan terhadap kemampuan proses pertukaran gas.
d.Debu yang memiliki ukuran 0,1-1 mikron tidak menempel pada alveoli namun melakukan gerakan Brown yakni dimana debu sampai pada permukaan alveoli dan mengendap disana. Keadaan debu ini juga dialami juga oleh fumes dan smoke.
Pneumoconiosis
Pneumoconiosis adalah segolongan penyakit pada paru-paruyang berupa penimbunan debu-debu. Menurut jenis-jenis debu yang dapat di timbun di dalam paru-paru, yakni :
a.Silicosis (debu oleh SO2 bebas)
b.Asbestosis (debu oleh debu asbes)
c.Berryliosis (debu Berrylium)
d.Byssinosis (debu kapas)
e.Stanosis (debu bijih timah)
f.Siderosis (debu Fe2O3)
g.Abthracosis (debu anthrasit)
( Drs. AL. Slamet Riyadi, SKM. 1982 : 75)
Pengaruh Debu bagi Flora dan Fauna
Bagi Fauna debu mengganggu system pernapasan khususnya paru-paru. Bagi tumbuhan sebenarnya debu ikut menyuburkan tanaman pada kandungan mineralnya, namun jika terlalu banyak debu pun menggaggu proses fotosintesis.debu juga menyebabkan tertutupnya mulut daun sehingga mengganggu proses transpirasi
Alat
-Vacum pump (pompa hisap)
-Selang
-Tripod
-Tali pengikat
-Neraca analitik
-Pinset
-Dust sampler
-Hygrothermometer
-Petridis
Bahan
-Kertas saring
Cara Kerja
Ambil kertas saring yang telah diletakkan di desikator selama 1 x 24 jam (gunakan pinset).
-Timbang kertas saring pada neraca analitik sebagai berat kertas saring awal.
-Kemudian letakkan ke bawah piringan cincin di dalam dust sampler lalu tutup.
-Rangkai peralatan:
1.Tentukan arah angin, lalu letakkan arah mulut dust sampler searah dengan arah angin.
2.Letakkan dan kaitkan dengan tali dust sampler di atas tripod, kemudian hubungkan selang vacum pump dan airflowmeter (2 l /menit). Hidupkan vacum pump
-Lakukan pengambilan sampel dalam 30 menit dan letakkan hygrothermometer di sekitarnya.
-Setelah 30 menit, ambil kertas saring dari dust sampler menggunakan pinset (sebaiknya hati-hati agar debu pada kertas saring tidak jatuh).
-Letakkan dalam Petridis, kemudian masukkan dalam desikator selama 1 × 24 jam.
-Setelah itu timbang sebagai berat akhir.
Hasil Pengamatan
Didapat suhu dan kelembapan, yaitu 25,5 °C dan 40 % rh.
Diketahui:
A = Bobot kertas saring setelah digunakan (0,079 gr)
a = Bobot kertas saring sebelum digunakan (0,078 gr)
V udara = 2 l /menit × 30 menit
= 60 l
Kadar debu = (A-a)x 1000 / V udara
= (0,079 - 0,078) x 1000 / 60
= 0,016 ppm
Kesimpulan
Dari data praktikum di atas, kadar debu yang ada disekitar kampus kesehatan lingungan didapat sebanyak 0,016 ppm dengan metode gravimetric. Menurut UU No. 41 tahun 1999 baku mutu udara ambient nasional debu dalam 24 jam adalah 230 ยตg/ Nm3. Jadi udara tersebut masih sesuai dengan standar baku mutu udara.
---Semoga bermanfaat, maaf bila ada kesalahan---
Komentar
Posting Komentar